Fitness Saat Puasa

 

Fitnes atau ngegym adalah aktivitas yang menyenangkan bagi sebagian besar anak muda, cowok ataupun cewek. Akan tetapi, ketika bulan puasa tiba tempat-tempat fitnes mulai sepi dari pengunjung. Kondisi perut yang kosong karena puasa ternyata sangat mempengaruhi keinginan sebagian besar orang untuk meneruskan hobynya ngegym ria. Padahal, ngegym saat puasa sangat tepat bagi mereka yang sedang melakukan program diet atau mengembangkan masa otot. Apalagi jika dilakukan dengan cara-cara yang tepat.

 

Key Point 1: Metabolism changes and nutrition strategy

 

Selama bulan puasa, waktu makan dibatasi menjadi saat sahur dan berbuka. Oleh karena itu, secara alami perubahan pola makan ini akan mengakibatkan perubahan juga pada tubuh. Pengurangan asupan makanan dan minuman tentunya secara otomatis mengurangi asupan nutrisi tubuh Anda. Efeknya, tubuh akan menggunakan lemak yang tersimpan sebagai sumber energi karena kurangnya ketersediaan karbohidrat dan protein. Tubuh juga akan beresiko mengalami dehidrasi karena kurangnya cairan tubuh. Secara alami, kondisi-kondisi ini tidak mendukung Anda untuk latihan fisik sekeras biasanya, namun di sisi lain dapat membantu dalam latihan pembakaran lemak. Karena itu, sangat penting untuk menyusun strategi nutrisi apabila Anda bertujuan untuk mempertahankan otot-otot Anda serta membakar lemak selama bulan puasa.

 

Sebenarnya, pola diet saat Ramadan tidak berbeda jauh dengan pola rekomendasi yang disarankan saat tidak berpuasa. Namun, ada beberapa poin penting harus Anda perhatikan:

 

1. Saat Sahur

1. Sebagai sumber energi, pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat dan roti gandum saat Sahur.

2. Sebagai sumber energi, pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, dan roti gandum saat Sahur, karena dapat menyediakan energi dalam tubuh lebih lama dan Anda menjadi tidak cepat lapar.

3. Sebagai sumber protein, lengkapi dengan caseinate protein seperti syntha6, combat, mp casein atau sejenisnya yang mengandung casein, yang diserap secara bertahap oleh tubuh sehingga dapat mempertahankan asupan protein dan asam amino harian.

4. Jangan lupa juga untuk minum air yang cukup dan sempurnakan dengan buah dan sayur, untuk cukupi kebutuhan vitamin dan mineral Anda.

 

Saat Berbuka

1. Berbeda dengan saat sahur, saat berbuka lebih baik diawali dengan mengkonsumsi karbohidrat sederhana seperti buah-buahan dan kurma, yang dapat mengembalikan energi dalam tubuh Anda dengan lebih cepat. Namun, hindari konsumsi yang berlebihan karena karbohidrat berlebih dalam tubuh akan diubah menjadi lemak.

2. Jangan lupa pula untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang dengan minum air, serta mengkonsumsi buah-buahan dan sayur sumber vitamin dan mineral.

3. Sebelum Anda tidur, tutup hari Anda dengan konsumsi caseinate protein kembali. Saat tidur, dimana manusia tidak makan, tubuh akan mengandalkan sisa karbohidrat sebagai sumber energi yang diperlukan untuk fungsi tubuh manusia seperti peredaran darah, pernapasan, jantung, dan lain-lain. Namun, apabila tidak cukup, ada kemungkinan protein otot akan dipecah untuk memenuhi kebutuhan energi ini. Oleh karena itu, protein dalam tubuh harus tetap tercukupi dengan asupan protein slow release seperti casein, yang dapat mencukupi asupan protein dan asam amino sepanjang malam dan menghindari terjadinya penguraian protein otot Anda

 

The Don’ts

 

a. Tetap perhatikan cara memasak makanan selama berpuasa. Walaupun terjadi penurunan frekuensi makan, namun jenis makanan seperti gorengan atau mengandung gula berlebih tetap beresiko meningkatkan berat badan. Berbuka bukan berarti Anda boleh “balas dendam” atas hasil puasa Anda sehari-hari dengan makanan tinggi lemak. Ingat, saat puasa terjadi metabolisme lemak yang lebih tinggi, sehingga puasa menjadi momen yang tepat untuk membantu Anda menghilangkan lemak-lemak berlebih. Manfaatkan kesempatan ini!

 

b. Hindari juga minum kopi atau minuman berkafein lain saat sahur, karena kandungan kafein yang terlalu tinggi akan menyebabkan Anda sering buang air kecil. Ingatlah bahwa saat puasa, Anda tidak memperoleh asupan air dalam frekuensi yang cukup.

 

Key Point 2: Smart exercise during fasting

 

Saat bulan puasa, ubah mindset Anda. Anda mungkin tidak bisa latihan dengan volume dan intensitas setinggi biasanya, namun gunakan kesempatan ini untuk menantang diri Anda agar tetap mempertahankan kondisi otot Anda sekarang. Penelitian membuktikan bahwa komposisi otot tubuh tidak akan menurun dengan latihan teratur dan strategi nutrisi serta istirahat yang tepat, sehingga Anda tidak perlu ragu bahwa bulan puasa akan menyusutkan otot-otot Anda.

 

Selain itu, bulan puasa juga merupakan kesempatan emas bagi Anda yang ingin membakar lemak berlebih yang selama ini menutupi sixpack Anda. Studi menunjukkan bahwa pada saat bulan puasa, terjadi pembakaran lemak tubuh lebih cepat. Hal ini dapat dikarenakan absennya karbohidrat yang biasa diperoleh dari menu makan sehari-hari yang tidak terpenuhi saat puasa sehingga memicu penggunaan simpanan lemak tubuh sebagai sumber energi. Bila demikian, tidak ada salahnya untuk anda menambahkan suplemen Conjugated linoleic acid (CLA) untuk membantu mengikat lemak lemak pada makanan anda saat berbuka puasa atau sahur. 

 

Kunci latihan di bulan puasa adalah waktu latihan. Lakukan latihan pada malam hari. Secara fisiologis, latihan saat siang atau sore hari selama puasa tidak akan menghasilkan latihan yang optimal, karena tubuh tidak menerima asupan gizi. Peluang dehidrasi akan sangat tinggi, karena latihan di siang hari di saat suhu tinggi akan meningkatkan produksi keringat yang membawa keluar cairan tubuh. Kurangnya nutrisi saat siang juga akan menyebabkan kecukupan kadar glikogen otot tidak terpenuhi, sehingga latihan tidak akan maksimal karena kurangnya energi untuk aktivitas otot. Oleh karena itulah, lakukan latihan beban Anda setelah berbuka di malam hari.

 

Key Point 3: Rest for better performance

 

Selain aspek nutrisi, perubahan pola aktivitas dan pola tidur akan terjadi selama puasa karena menyesuaikan dengan jadwal berbuka dan sahur, yang dapat mengubah jam tubuh (circadian rhythms). Jam tidur yang kurang bisa saja terjadi karena kurang tidur saat malam dan harus bangun pagi saat sahur, dan penumpukan kurangnya jam tidur ini dapat menyebabkan gangguan tidur yang kronis. Studi menyimpulkan bahwa pada saat puasa, kurang tidur justru lebih mempengaruhi penurunan aktivitas fisik sehari-hari dibandingkan perasaan lapar atau haus.

 

Umumnya, siklus tidur akan yang terganggu di bulan Ramadan ini akan menyebabkan waktu tidur berkurang sampai di bawah 6 jam sehari. Hal yang dapat Anda lakukan untuk menyiasati kondisi tersebut adalah dengan menyediakan waktu untuk tidur di siang hari. Studi menunjukkan bahwa pada sekitar jam 8 sampai jam 10 pagi, serta dari jam 12 sampai jam 2 siang terjadi peningkatan kadar rasa mengantuk pada saat bulan puasa. Anda dapat tidur pada jam-jam ini untuk mencukupi kebutuhan istirahat Anda demi performa latihan yang lebih optimum.

 

 

Home
Products
Promo
Articles
Testimony
Order
Contact