Perlukah Multivitamin ketika Puasa?

 

Selama berpuasa, asupan makanan yang diserap oleh tubuh memang berkurang jika dibandingkan dengan penyerapan jumlah kalori di hari-hari biasa. Faktor perubahan frekuensi makan dari tiga kali pada hari biasa menjadi dua kali pada saat berpuasa memang menjadi salah satu faktor penyebabnya. Namun, jumlahnya tidaklah terlalu signifikan dan masih dalam batasan normal yang bisa diterima tubuh, yakni sekitar 20 persen.

 

“Karena puasa, penyerapan kalori hanya 80 persen. Tapi ini masih dalam batasan normal dan tidak masalah. Tubuh pun secara otomatis akan akan menyesuaikan diri,” katanya. Pengurangan ini tidak hanya membuat orang yang berpuasa lemas atau lesu. Wajar juga jika penurunan berat badan terjadi. Namun, kondisi ini akan diperbaiki pascabulan puasa.

 

Suplemen makanan atau multivitamin tambahan, hanya diperlukan jika tubuh dalam kondisi suplai makanan tidak normal, baik karena aktivitas yang berlebih maupun dalam kondisi tertentu. Dengan demikian, diharapkan konsumsi suplemen makanan tambahan tersebut mampu menutupi defisit kalori. “Tapi angka 80 persen  masih terbilang angka normal sehingga tidak memerlukan konsumsi suplemen makanan tambahan,”

 

Namun orang-orang yang bekerja keras melebihi takaran biasanya serta memiliki aktivitas atau kegiatan yang luar biasa, baik pada siang hari maupun malam hari, seperti artis atau olahragawan, memang sebaiknya mengonsumsi suplemen makanan atau multivitamin tambahan sebagai pelengkap saat menjalani ibadah puasa. Mereka (orang-orang dengan aktivitas luar biasa) membutuhkan tambahan vitamin dan energi melebihi standar pada umumnya. Kalaupun dibutuhkan suplemen tambahan, sebaiknya yang mengandung vitamin mineral seperti B kompleks, vitamin C, dan vitamineral lain yang bisa mengandung zat besi.

 

Kendati tidak menimbulkan efek baik secara jangka panjang maupun dalam jangka pendek, dianjurkan para ibu rumah tangga untuk menghentikan kebiasaan memberikan suplemen dan vitamin tambahan bagi putra-putrinya yang tengah menjalani puasa dengan alasan untuk tetap menjaga stamina si buah hati. Hanya orang-orang yang memiliki aktivitas kegiatan luar biasa yang membutuhkan tambahan suplemen atau vitamin itu,” tegasnya. Selebihnya, yang dibutuhkan adalah menu makanan sehat serta istirahat cukup. Pola makan sehat dan berimbang saat berbuka puasa dan santap sahur dirasa sudah cukup untuk menunjang aktivitas selama menjalani puasa. Proses pengolahan makanan juga harus diperhatikan. Tujuannya agar kandungan gizi dalam makanan tersebut tetap terjaga. Dengan demikian, tidak perlu mengeluarkan dana tambahan untuk membeli suplemen makanan maupun mutivitamin.

 

Dikutip dari : http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=17381

 

Home
Products
Promo
Articles
Testimony
Order
Contact