PROTEIN HEWANI VS PROTEIN NABATI

 

Banyak dari kita bertanya, manakah yang lebih bermanfaat bagi tubuh kita. Protein hewani atau nabati? Yuuuuk, mari kita bahas.

 

Protein berasal dari bahasa Yunani yang berarti yang paling utama adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.

 

Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jans Jakob Berzelius pada tahun 1838. Secara umum, sumber-sumber protein dibagi dua yakni sumber protein hewani dan sumber protein nabati. Protein dibagi menjadi 2 jenis, yaitu protein nabati dan protein hewani. Protein hewani adalah kandungan protein yang terdapat pada makanan yang berasal dari hewan misalnya daging, ikan, telur. Sedangkan protein nabati berasal dari tumbuhan, banyak terdapat pada kacang-kacangan (tahu atau tempe).

 

Protein hewani merupakan sumber protein yang mengandung proporsi yang memadai dari semua sembilan asam amino penting yang diperlukan untuk kebutuhan makanan manusia. Beberapa sumber protein nabati dapat mengandung semua asam amino esensial, tapi kandungan protein lengkap mereka dalam proporsi yang tidak seimbang untuk mendukung fungsi biologis dalam tubuh manusia. Jurnal ilmiah terkemuka Lancet sudah sejak 1959 menurunkan artikel yang membahas kenyataan bahwa kualitas protein hewani tak lebih tinggi dari protein nabati dan kualitas protein nabati tak lebih rendah dari protein hewani. Darimanapun sumbernya, protein tetap sama berguna dan sama kualitasnya untuk membentuk enzim, membentengi tubuh dari serangan penyakit, menjalankan metabolisme tubuh. Sekaligus sama ampuhnya dalam menjalankan berbagai peranan pembangunan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Protein nabati sehat karena mencukupi kebutuhan kalori protein dan cendrung tidak dikonsumsi secara berlebihan. Sehingga tidak menyebabkan resiko kelebihan protein seperti halnya protein hewani. Juga makanan sumber protein nabati tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh seperti sumber protein hewani. Sebaliknya mereka mengandung berbagai karbohidrat kompleks vitamin, mineral dan zat-zat gizi lainnya serta serat makanan yang dapat membantu menurunkan resiko berbagai jenis penyakit dan kanker. Namun protein hewani memiliki kelebihan tersendiri. Yaitu kandungan vitamin B12 dalam protein hewani. Vitamin B12 berguna dalam pembentukan sel darah merah, memperlancar metabolisme sistem tubuh, menjaga sistem saraf tetap sehat dan memperlancar produksi DNA. Selain manfaat diatas, ternyata vitamin B12 juga tidak ditemui dalam protein nabati. Jadi, manakah yang lebih unggul? Protein hewani atau protein nabati? Keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Dan yang terpenting, kita mengkonsumsinya secara seimbang.

 

sumber : www.TanyaDok.com

Home
Products
Promo
Articles
Testimony
Order
Contact