SUPLEMEN FITNESS UNTUK PEMULA

 

 

Bagi anda para pemula dalam hal fitnes atau nge-gym, pasti lah akan terlintas dalam pikiran apakah saya benar-benar perlu untuk mengonsumsi suplemen fitnes mengingat suplemen-suplemen ini memiliki harga yang tentunya menguras dompet.

 

Sebelum mengulas lebih lanjut, kita akan mengulas terlebih dahulu apa sih yang dimaksud dengan suplemen itu?

Suplemen merupakan zat yang mengandung vitamin, asam amino, dan mineral yang diambil dari tumbuh-tumbuhan atau hewan dan dikemas menjadi kapsul, tablet, atau dalam bentuk sirup. Bagi orang yang gemar berolahraga, suplemen sangat dibutuhkan, karena suplemen merupakan pelengkap nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Suplemen mampu memberikan nutrisi tambahan pada makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Tapi suplemen hanya berfungsi sebagai pelengkap nutrisi saja dan bukan sebagai pengganti makanan.

 

Perlukah kita mengonsumsi suplemen fitnes?

Ada perbedaan pendapat tentang perlu atau tidaknya dalam penggunaan suplemen fitnes ini. Ada yang sudah sangat bergantung pada suplemen karena suplemen sangat membantu dalam pembentukan otot, tapi ada juga yang berpendapat kalau pemula tidak perlu menggunakan suplemen. Dalam kehidupan sehari-hari, tubuh kita membutuhkan asupan nutrisi yang banyak untuk melakukan setiap aktivitas. Tapi seringkali nutrisi yang kita konsumsi tersebut masih sangat kurang, terutama yang paling penting adalah protein.

 

Disamping fitnes berfungsi untuk kebugaran tubuh, fitnes juga berfungsi dalam pembentukan otot tubuh. Sedangkan sumber dari pembentukan otot adalah protein. Dan protein yang Anda dapatkan dari makanan yang Anda konsumsi jumlahnya masih minim. Protein yang Anda butuhkan itu bisa Anda dapatkan dari suplemen. Jadi, seorang fitnes mania membutuhkan suplemen fitnes untuk mencukupi kebutuhan proteinnya.

 

Protein

 

Anda pasti sudah paham untuk mendukung pertumbuhan dan untuk membentuk otot dibutuhkan asupan protein yang cukup. Namun tidak semua mengerti apa saja jenis-jenis protein dan kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya.

 

Protein dibentuk dari asam amino yang terdiri atas asam amino esensial dan asam amino non esensial. Asam amino esensial terdiri atas leucine, isoleucine, valine, lysine, threonine, tryptophan, methionine, phenylalaninedan histidine. Tiga diantaranya yaitu leucine, isoleucine, dan valine merupakan BCAA (Branched-Chain Amino Acids).

 

Asam amino esensial tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia dan karenanya hanya dapat diperoleh dari konsumsi makanan. Sumber protein dari makanan dapat dibagi menjadi dua macam, protein hewani dan protein nabati. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Protein akan memberi Anda energi dan memperkuat otot-otot Anda.

 

Orang dewasa membutuhkan sekitar 1 gram protein per kilogram berat badannya setiap hari. Namun, jika Anda aktif berlatih beban, kebutuhan itu akan meningkat hingga 2-3 gram protein tiap kilogram berat badan Anda.

 

Komite Olimpiade Internasional merekomendasikan sekitar 1,2-1,4 gram protein per kilogram berat badan atlet cabang olahraga ketahanan atau endurance. Sedangkan untuk atlet olahraga kekuatan atau strenght and power disarankan sebanyak 1,4-1,7 gram protein per kilogram berat badan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai protein, anda dapat membaca nya pada artikel “whey protein“.

 

Selain protein, suplemen lain yang di sarankan untuk mempercepat pertumbuhan volume otot, endurance, dan tenaga tidak lain adalah “ Creatine “, yang merupakan suplemen paling popular yang ada saat ini.

 

Creatine

 

Creatine merupakan salah satu suplemen favorit para fitness mania di antara suplemen lain yang memiliki manfaat serupa, yakni untuk meningkatkan ukuran dan kekuatan otot.

 

Creatine merupakan kombinasi dari beberapa asam amino yang secara spesifik membentuk fungsi tersendiri. Kreatin terbentuk dari komponen-komponen asam amino seperti glycine, agrinine, dan methionine.

 

Secara alami tubuh manusia memproduksi Creatine di liver, pankreas dan ginjal. Creatine yang dihasilkan tubuh ini akan disebarkan bersama aliran darah menuju sel-sel otot. Saat mencapai otot, Kreatine akan diubah menjadi phospocreatine (creatine phospate).

 

Phospocreatine inilah yang berperan penting dalam produksi energi saat latihan yang dikenal sebagai ATP (Adenosine Triphosphate), yaitu bentuk paling sederhana dari bahan bakar tubuh yang dapat digunakan sebagai energi untuk aktivitas otot.

 

Nikhil Rao seorang pakar angkat beban yang telah menggunakan kreatin selama 6 tahun mengatakan, ”Ada kalanya tubuh tidak bisa menyuplai tenaga sesuai kecepatan kebutuhan tubuh itu sendiri. Dan akhirnya membutuhkan sumber phospate lain. Di situlah kreatin berperan.”

 

“Orang-orang yang berlatih menggunakan beban dan latihan intensitas tinggi seperti lari, bersepeda dan berenang, adalah yang paling mendapatkan keuntungan dengan mengonsumsi suplemen ini,” tambah Rao. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai creatine, anda dapat membaca nya pada artikel “Creatine”.

Home
Products
Promo
Articles
Testimony
Order
Contact