APA ITU CARNITINE

 

Carnitine adalah sebuah asam amino ( sebuah blok protein) yang secara alami diproduksi didalam tubuh.

 

Suplemen carnitine digunakan untuk meningkatkan level carnitine pada orang-orang yang memiliki tingkat carnitine yang rendah pada tubuhnya karena factor genetic, mengonsumsi obat-obatab, atau karena karena mereka menjalani prosedur medis yang mengakibatkan carnitine dalam tubuh telah digunakan.

 

Beberapa orang menggunakan carnitine untuk gangguan otot yang berhubungan dengan obat-obatan AIDS tertentu, kesulitan memiliki anak (infertilitas pria), gangguan perkembangan otak yang disebut sindrom Rett, anoreksia, sindrom kelelahan kronis, diabetes, tiroid yang terlalu aktif, attention deficit hyperactivity-(ADHD), borok kaki, penyakit Lyme, dan untuk meningkatkan kinerja atletik dan daya tahan.

 

Bagaimana Carnitine Bekerja?

 

Carnitine membantu badan untuk memproduksi energy, suplemen ini juga penting untuk jantung dan fungsi otak, pergerakan otot dan banyak proses tubuh lainnya.

 

Carnitine Diperlukan Untuk:

 

Salah satu fungsi utama carnitine adalah membantu transportasi lemak ke dalam mitokondria sel, seperti yang terdapat pada sel-sel otot. Penelitian menegaskan bahwa suplementasi carnitine dapat meningkatkan jumlah lemak yang dibakar dan meningkatkan daya tahan otot, khususnya selama latihan. Inilah sebabnya mengapa carnitine menjadi suplemen yang paling banyak dicari untuk meningkatkan pembakaran lemak dan menurunkan berat badan.

 

Peneliti juga menemukan bahwa carnitine berfungsi meningkatkan aliran darah dengan meningkatkan produksi nitric oxide, sehingga pembuluh darah menjadi lebih lebar dan memungkinkan lebih banyak darah dan oksigen yang disalurkan. Proses ini dapat membantu meningkatkan kekuatan otot sekaligus memaksimalkan pemulihan setelah latihan.

 

Carnitine Picu Penyakit Jantung?

 

Dengan semua manfaat di atas, tidak mengherankan jika carnitine adalah suplemen yang paling banyak dicari untuk mengoptimalkan penurunan berat badan. Kemudian banyak orang bingung ketika muncul sebuah wacana bahwa carnitine ternyata dapat memicu penyakit jantung.

 

Bahkan wacana tersebut didukung dengan sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine. Tapi mari kita lihat lebih dekat pada studi tersebut.

 

Dalam studi tersebut dilaporkan bahwa usus mengandung mikrobiota yang dapat mengkonversi carnitine menjadi rimetilamina-N-oksida (TMAO), senyawa organik yang dapat menyebabkan aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah.

 

Mereka juga melaporkan bahwa konsumsi carnitine dapat meningkatkan kadar TMAO jika mereka mengonsumsinya dari daging merah, tapi tidak pada vegan, karena ada perbedaan mikorba usus antara omnivora, vegan dan vegetarian.

 

Ada kelemahan dalam studi ini. Pertama mereka memberikan pernyataan tersebut setelah melakukan pengamatan hanya pada 6 orang, yaitu satu vegan dan lima pemakan daging. Jumlah ini bahkan tidak bisa dijadikan ukuran untuk men-generalisasi hasil pengamatan tersebut.

 

Kedua, fakta bahwa pemakan daging tersebut tidak diketahui tingkat kesehatannya, apakah mereka menjaga pola makan, apakah mereka berolahraga dengan baik, juga tidak disebutkan. Padahal, faktor-faktor tersebut justru memainkan peran penting terhadap risiko aterosklerosis seseorang.

 

Singkatnya, penelitian ini masih terlalu lemah untuk dijadikan acuan.

 

Carnitine Turunkan Risiko Penyakit Jantung

 

Sebuah studi meta-analisis terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Mayo Clinic Proceedings menganalisis 13 studi berbeda pada efek penggunaan suplementasi carnitine dan penyakit kardiovaskular. Para peneliti melaporkan bahwa carnitine justru membantu memerangi penyakit kardiovaskular.

 

Lebih detail mereka melaporkan bahwa suplementasi carnitine dapat mengurangi semua penyebab kematian akibat penyakit kardovaskular sebesar 30 persen, mengurangi aritmia jantung sebesar 65 persen, dan menurunkan gejala angina (angin duduk) sebesar 40 persen. Peneliti tidak menemukan indikasi bahwa penggunaan suplemen carnitine dapat menyebabkan aterosklerosis.

 

Bahkan Food and Drug Administration (FDA) atau badan pengawas obat dan makanan Amerika menyetujui penggunaan Carnitine untuk pengobatan penyakit jantung.

 

Studi lain di Annals of Nutrition and Metabolism menunjukkan bahwa menggabungkan carnitine, Omega-3 dan polifenol dapat menurunkan kadar trigliserida darah sebesar 24 persen, penggunaan energi yang lebih baik, dan pembakaran lemak tubuh lebih efisien.

 

Hasil penelitian di atas dapat memberikan pencerahan bahwa menggunakan suplementasi carnitine adalah aman dan dapat memberikan manfaat kesehatan jika digunakan sesuai aturan. (dan)

 

Home
Products
Promo
Articles
Testimony
Order
Contact